Pendidikan Anak di Generasi Alpha

Pendidikan anak di generasi Alpha

 

 

Perkembangan anak terbagi menjadi beberapa generasi. Pembagian generasi tersebut antara lain generasi Baby Boomers (1946-1960), pada generasi ini terjadi pada saat akhir perang dunia II para tentara pulang dan akhirnya lahirlah banyak anak. Generasi ini dikenal dengan generasi mencari jatidiri. Kedua adalah generasi X (1981-1980). Pada generasi ini disebut dengan generasi yang belum dikenal. Ketiga generasi Y (1981-1994), generasi ini sudah mulai mengenal teknologi atau generasi milenial. Keempat generasi Z (1995-2009), pada generasi iniĀ  sudah bekerja dan memiliki keluarga. Kelima generasi Alpha (2010-2025) yaitu anak dari generasi Y yang sudah mengenal teknologi.

 

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, dan penelitian. Pendidikan dapat dilakukan di rumah, sekolah, maupun lingkungan. Keluarga sangatlah penting untuk tumbuh kembang anak. Karena anak lebih banyak di rumah daripada di sekolah dan di lingkungan sosial. Perhitungan waktu anak dalam sehari yaitu dalam keluarga bersama orang tua kurang lebih 14 jam. Di sekolah Bersama guru kurang lebih 8 jam. Di lingkungan masyarakat kurang lebih 2 jam dan tidak setiap hari.

 

Saat ini kita berada pada generasi Alpha dimana generasi ini anak sudah mengenal teknolgi. Jadi pendidikan untuk anak saat ini harus disesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini. Karena anak lebih banyak waktu dengan orang tua di rumah maka orang tua harus menjadi figur anak di rumah. Hal itu dapat dilakukan dengan cara keluarga menerapkan visi, misi, filosofi, cita-cita, menerapkan nilai bermasyarakat, melaksanakan aktifitas rumah bersama, bermain bersama, anak ikut aktifitas di luar rumah yang kondusif.

 

Dampak pola asuh yang kondusif dapat membentuk karakter anak yang positif. Dan sebaliknya dampak pola asuh yang tidak kondusif akan mengakibatkan saat anak dewasa anak tidak peduli pada keluarga dan lingkungan. Selain itu, dapat mengakibatkan kering figur sehingga anak kehilangan stantus gender.

 

Bermain bersama anak sebaiknya diberikan permainan tradisional untuk memberikan pengetahuan tentang permainan-permainan tersebut. Saat ini permainan tradisional sudah mulai menghilang padahal pada permainan tradisional itu dapat membentuk karakter anak. Permainan yang dapat dilakukan adalah permainan bentik, gobag sodor, conklak, jamuran, dakon, obag boy, dan masih banyak lagi. Permainan-permainan tersebut membentuk karakter, kerjasama, tanggungjawab, ketangkasan, keterampilan, trik, dan lain-lain. Apalagi kita sekarang ini hidup di era milenial maka kita harus menyesuaikan keadaan dengan tetap memperkenalkan permainan-permainan tersebut.. Kalau memang anak sudah terlanjur happy dengan gadget maka batasi jumlah jam bermain gadget.

 

Pendidikan anak di sekolah bersama guru kurang lebih membutuhkan waktu kurang lebih 8 jam. Cara agar guru dapat memberikan pembiasaan dan keterampilan kepada anak-anak untuk bisa dijadikan pembiasaan pada anak. Guru adalah figur bagi anak disekolah jadi guru harus bisa memberikan pembiasaan diantaranya mengembangkan kurikulum yang menyangga visi, bvisi yang dijabarkan dalam kurikulum diterapkan dalam perilaku sehari-hari (mengucap salam, menyapa, dll), guru bahagia maka anak akan Bahagia, kegiatan belajar mengajar sudah direncanakan mengandung 6 aspek kognitif, sosial, bahasa, afektif, psikomotor, dll. Guru dituntut menguasai paedagogik, kepribadian, dll.

 

Sumber:

  1. Diklat parenting komnasdikjatim 2020
  2. https://id.m.wikipedia.org/wiki/pendidikan

 

Penulis

Sri Rahayu, S.Pd

 

 

 

 

 

 

 

Komentar anda tentang artikel ini: