PEMBELAJARAN ABAD 21 SOLUSI MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 (16)

PEMBELAJARAN ABAD 21 SOLUSI MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 (16)
Oleh: Sri Kurniasih

Hadirnya era revolusi industri 4.0 membuat pemerintah, industri dan perusahaan. Mereka berlomba-lomba mengeluarkan strategi sebagai jurus andalan guna menghadapi revolusi industri 4.0.
Apa sebenarnya revolusi industri 4.0?
Revolusi industri adalah revolusi teknologi generasi keempat yang mengaburkan batas antara fisik, digital dan biologis. Intinya revolusi industri 4.0 ini adalah bagaimana kecerdasan buatan, otomisasi dan internet saling mempengaruhi kehidupan manusia. Hasil akhir dari penerapan revolusi industri 4.0 adalah semakin sedikitnya faktor produksi (salah satunya berupa tenaga kerja manusia) yang digunakan dan semakin meningkatnya output/ hasil industri.
Bagaimana dengan.Indonesia?
Indonesia sebagai salah satu negara berkembang juga terkena dampak dari pelaksanaan revolusi industri 4.0. Perlahan tapi pasti Indonesia masuk dalam pusaran revolusi industri 4.0.
Disisi yang lain, mulai tahun 2020-2030 Indonesia akan mendapatkan “Bonus Demografi” atau ledakan jumlah penduduk yang ditandai dengan berlimpahnya jumlah penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun) dibandingkan jumlah penduduk non produktif (usia di bawah 15 tahun dan usia di atas 64 tahun).
Bertambahnya jumlah penduduk memang merupakan salah satu modal dasar pembangunan kalau besarnya jumlah penduduk tersebut diikuti oleh meningkatnya kualitas penduduknya. Akan tetapi jika bertambahnya jumlah penduduk tidak diikuti oleh meningkatnya kualitas penduduk bisa jadi justru jumlah penduduk yang besar malah bisa menjadi penghambat pembangunan. Terlebih dalam pelaksanaan revolusi industri 4.0.
Bonus demografi yang akan dimiliki Indonesia menjadi permasalahan yang harus segera diselesaikan terutama guna menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Sehingga Indonesia “dipaksa” untuk meningkatkan kualitas penduduknya.
Pemerintah lewat dunia pendidikan harus bisa membekali dan meningkatkan kemampuan atau skill yang hebat untuk generasi usia produktif.
Dunia pendidikan sebagai lembaga yang diharapkan bisa mencetak generasi usia produktif yang memiliki kualitas hebat mendapatkan tantangan tersendiri. Bukan hanya sekedar generasi yang cakap dalam pengetahuan namun juga generasi yang memiliki skill yang tangguh.
Dalam rangka menghasilkan generasi hebat inilah maka menjadi sangat wajar kalau kemudian dunia pendidikan menerapkan pembelajaran abad 21. Mengapa harus pembelajaran abad 21?
Hal ini dikarenakan untuk mengimbangi munculnya karakteristik siswa saat ini yang cenderung aktif dan kreatif, selain itu dikarenakan belum didesainnya pembelajaran oleh guru.
Apakah yang dimaksud pembelajaran abad 21?
Pembelajaran abad 21 adalah suatu pembelajaran yang bercirikan Learning skill, skill dan literasi.
Learning skill yaitu kegiatan pembelajaran yang didalamnya ditandai dengan adanya kerjasama, komunikasi dan.berfikir kritis dan.kreatif.
Skill yaitu kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang sifatnya spesifik, fokus namun dinamis yang membutuhkan waktu tertentu untuk mempelajarinya dan dapat dibuktikan.
Skill terbagi menjadi dua, yaitu soft skill dan hard skill.
Soft skill adalah kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain, mengatur dirinya sendiri dan.mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal. Contoh soft skill diantaranya kemampuan berkomunikasi, memimpin, beradaptasi dengan lingkungan, dan bersosialisasi.
Hard skill adalah kemampuan seseorang untuk menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan.keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang keilmuannya. Contoh hard skill adalah guru harus memiliki kemampuan dalam menguasai materi sesuai dengan bidangnya dan model-model pembelajaran.
Sedangkan literasi adalah proses pemaparan atau transfer informasi untuk memberikan pemahaman bagi orang yang sedang mempelajari dan memahami tentang sesuatu hal.
Dalam arti sempit literasi diartikan sebagai kegiatan membaca dan.menulis.
Dalam pembelajaran abad 21, literasi yang diharapkan adalah literasi digital atau teknologi.
Dunia pendidikan berharap dengan diterapkannya pembelajaran abad 21 tersebut maka akan dihasilkan lulusan dari generasi usia produktif yang memiliki kualitas dan skill yang hebat guna menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

Catatan:
Terimakasih disampaikan kepada Bapak Drs. Edy Dwi Susanto, M. Pd (Pengawas Pembina MGMP IPS) dan Bapak Yohan Adi (Guru SMPN 2 Kalitidu) atas ilmu yang diberikan, sehingga saya terinpirasi untuk menuangkan materi yang saya dapatkan dalam bentuk tulisan pendek.

Purwosari-Bojonegoro, 9 Maret 2019. 23.45

Komentar anda tentang artikel ini: