Hadiah Buku Jejak Sakinah

Hadiah Buku Jejak Sakinah
Oleh: Slamet Widodo, S.Pd
(Guru Matematika MTs Negeri 3 Bojonegoro)

“Bertemanlah dengan penulis, maka Anda akan mendapatkan hadiah buku.”

Anda ingin dapat buku gratis? Buku dari pengarangnya langsung? Gampang. Bertemanlah dengan penulis.

Quote di atas sepertinya sangat cocok dengan kondisi yang saya alami hari ini. Rabu pagi, 6 Maret 2019, tetiba saya mendapat pesan Whatsapp dari teman (lebih tepatnya saudara). Namanya Muhammad Alim. Biasa saya memanggilnya Pak Alim. Ia salah satu guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kepohbaru. Ia sangat produktif menulis. Sastra, menjadi pilihan aliran menulisnya. Ia juga anggota aktif di Kita Belajar Menulis (KBM) Bojonegoro.

Isi pesannya singkat. Memberi kabar gembira kepada saya. Katanya: ia mau menemui saya di tempat tugas saya. Untuk mengantarkan buku.

Wah, ini super keren. Hal yang paling saya tunggu dan sangat menyenangkan. Mendapat hadiah buku. Hehehe…

Tak berselang lama. Ia tiba di tempat saya. Membawa dua buah buku untuk saya. Pertama buku “Jejak Sakinah” hasil karyanya sendiri. Itu menjadi buku perdana baginya. Dan kedua, majalah Nurul Hayat. Majalah itu ia dapatkan dari kantor Nurul Hayat, Bojonegoro. Beberapa waktu lalu. Ia bawa dua. Satu buku diberikan kepada saya. Terimakasih banyak Pak Alim. Semoga Allah Swt. menggantinya dengan yang lebih baik lagi.

Bicara soal buku “Jejak Sakinah”. Seperti yang saya katakan di atas. Buku itu menjadi buku perdana baginya. Dan disusul lagi buku yang kedua, Sastra dalam Sanubari. Kedua buku tersebut seluruhnya berisi puisi. Terbit secara bersamaan. Jadi, itulah kerennya Pak Alim. Ia bisa menerbitkan buku sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

Jejak sakinah, berisi 100 puisi. Menceritakan tentang perjalanan penulisnya dalam menjemput jodoh. Lebih tepatnya ia dijodohkan oleh orang tuanya. Jodohnya yang menjadi istrinya saat ini.

Dalam membina tangga, ternyata tak semulus yang kita idamkan. Tak seindah yang kita janjikan saat “pacaran”. Penulis menghadapi banyak tantangan. Halangan dan rintangan.

Ia menuturkan, tantangan, halangan dan rintangan dalam berumah tangga itu pasti ada. Dan wajib ada. Siapapun pasti akan mengalaminya. Tak pandang bulu. Apapun pangkat dan derajatnya. Baik kaya ataupun miskin. Semuanya.

Tak jarang sebuah keluarga yang usia pernikahannya baru seumur jagung atau bahkan yang sudah puluhan tahun, akhirnya bubrah. Karena tak bisa menghadapi dan melewati ujian-ujian dalam berumah tangga.

Di dalam buku Jejak Sakinah ini, penulis menawarkan tips dan trik dalam menghadapi semua cobaan itu. Agar pembaca bisa melewatinya dengan baik dan bijak.

Pengertian sakinah menurut penulis buku ini bukanlah sebuah kejayaan. Bukam banyaknya materi yang dimiliki. Sakinah adalah ketentraman hidup dalam kebersamaan.

Sakinah bukanlah kemasyhuran atau ukuran kedikdayaan (menang-kalah) dalam pergaulan. Bukan. Sakinah adalah keharuan, saling mengerti, saling memaafkan, saling melengkapi kekurangan masing-masing. Saling menolong dan saling meringankan. Keren.

Menikahlah, maka kamu akan merasakan kebahagiaan yang tak terkira.
Tak percaya? Cobalah.

—–

Kepohbaru, 6 Maret 2019

Komentar anda tentang artikel ini: