Apakah pengalaman penting?

Pengalaman adalah guru yang terbaik.
Orang jawa bilang ” jare mbahe”

Dalam memecahkan masalah dibutuhkan pengalaman. Tetapi dalam menatap dan menata masa depan, dibutuhkan ketajaman berpikir dan logika.

Pengalaman bisa dipelajari dari pengalaman orang lain, tidak perlu melakukan sendiri untuk menjadi pengalaman kecuali jika dalam kemampuan motorik.

Kita lihat, Google, Facebook, ruang guru, gojek, grab, menjamurnya warung kopi, dan makanan cepat saji yang ada saat ini adalah anak muda yg mlihat peluang dan mengembangkan kreatifitas, bukan dari pengalaman atau hanya yang paling tua.

Seperti halnya pendidikan, jika kita melihat pemenang karya gury kreatif banyak dari guru2 muda. Beda halnya dengan guru prestasi, karena hal itu menyangkut kolektifitas dari kegiatan selang beberapa lama.

Ayo yg muda tunjukkan kreatifitas kita dalam bidangnya masing2. Masa tua kita ada dimasa depan anak didik kita. Seperti halnya seorang pembalam Valentino Rossi, jika hanya sekedar untuk meaiki motor banyak yg bisa. Dibalik suksesnya valentino rossi banyak tenaga pendukung yg kreatif untuk meningkatkan kinerja.

Gambar. Pit stop F1 www.sportkeeda.com

Mumpung masih sanggup bergerak dan kreatif ayo, merancang masa depan.

Komentar anda tentang artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *